Home / Keluarga / Bagaimana Cara Kerja Vacuum Cleaner?

Bagaimana Cara Kerja Vacuum Cleaner?

Ilustrasi Penyedot Debu

Meskipun mungkin terlihat sangat rumit mesin, penyedot debu atau vacuum cleaner konvensional sebenarnya terdiri dari enam komponen penting: lubang udara kotor masuk, lubang udara keluar, motor listrik, kipas, kantong berpori, dan bodi mesin yang menyimpan semua komponen lainnya.

Saat Anda vacuum cleaner ke stop kontak dan menyalakannya, yang terjadi adalah arus listrik akan memutar motor yang terpasang kipas, yang menyerupai baling-baling pesawat.

Saat bilah kipas mulai berputar, tekanan akan mendorong udara ke atas  menuju lubang pembuangan.
Ketika partikel udara didorong ke depan, kepadatan partikel akan meningkat di depan kipas yang terdorong keluar. Saat yang sama, area udara di belakang kipas mengalami penurunan tekanan.

Penurunan tekanan yang terjadi di belakang kipas itu mirip dengan penurunan tekanan saat Anda minum melalui sedotan. Tingkat tekanan di daerah yang ada di belakang kipas akan turun di bawah tekanan level yang ada di luar penyedot debu.

Hal itu membuat efek hisap di dalam ruang hampa pada tabung. Udara sekitar akan mendorong dirinya ke dalam penyedot debu melalui lubang di ujung penyedot. Karena tekanan udara yang ada di dalam penyedot debu jauh lebih rendah dari tekanan di luar.

Nah, partikel lain seperti debu, kertas atau kotoran lain yang terbawa aliran udara itu ikut masuk ke dalam tabung hampa melalui pipa penyedot.

Hal itu seperti aliran air di sungai yang membawa serta dedaunan kering atau sampah. Partikel udara yang bergerak akan bergesekan dengan debu atau puing yang lepas dan jika cukup ringan, gesekan akan membawa bahan di sekitar bagian dalam penyedot debu.

Ketika kotoran terus mengalir ke lubang pembuangan, itu akan melewati kantong pembersih yang berpori. Lubang-lubang kecil di kantong penyedot debu itu dapat dilalui oleh udara, namun terlalu kecil untuk debu dan partikel lain, sehingga mereka tertahan.

Jadi angin yang keluar di lubang pembuangan itu merupakan angin yang sudah tersaring oleh kantong berpori.

Kotoran dan debu akan berkumpul dalam kantong debu karena tidak dapat melewati kantong penyaring tersebut. Posisi letak kantong itu selalu berada antara baling-baling kipas dan ruang hampa yang kemudian berfungsi sebagai penampung debu.

Di situlah kemudian alat penyedot debu memisahkan udara dan debu.

Setidaknya ada tiga hal yang mempengaruhi kekuatan sebuah vacuum cleaner atau penyedot debu. Pertama adalah daya kipas. Semakin besar daya kipas, maka akan semakin besar pula daya sedot yang dihasilkan.

Makanya, ada beberapa vacuum cleaner yang memiliki ukuran daya listrik berbeda-beda. Itu mempengaruhi daya kipas yang berdampak pada daya sedot terhadap debu dan kotoran. Semakin besar, biasanya semakin kuat.

Yang kedua adalah tingkat kepadatan kantong penyaring. Semakin banyak debu dan kotoran yang bertumpuk di kantong berpori, maka daya dorong akan berkurang karena udara di belakang kantong akan tertahan.

Untuk itulah, perlu sesering mungkin membersihkan kantorng tersebut. Terutama untuk vacuum cleaner yang memiliki fungsi sedot basah atau wet vacuum cleaner. Debu dan air kotor hasil sedotan yang tersaring akan bertumpuk pada kantong menciptakan lumpur.

Manakala kantong tidak segera dibersihkan dan mengering, lumpur yang mengeras itu mengganggu sirkulasi udara sehingga daya sedot sebuah vacuum cleaner akan menurun drastis. Sebaiknya, setiap kali selesai digunakan, kantong pembersih dan tabung pengumpul kotoran segera dibersihkan.

Ketiga adalah ukuran pipa penyedot. Semakin besar ukuran pipa juga semakin banyak udara yang dapat ditarik sehingga kapasitasnya semakin besar.

Nah, itulah cara kerja penyedot debu atau vacuum cleaner.

About Aqeel Hamizan

Penulis tetap di Okesip Media. Membuat dan menyadur ratusan tulisan penuh makna baik tentang kehidupan, keluarga, teknologi, olahraga. travelling dan kuliner. Baginya, menulis adalah sebuah rekreasi otak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *